Tanah Warisan 6**
“Panembahan Sekar Jagat?” perempuan itu menjadi tegang, “Dimana Bramanti? Ia adalah salah seorang yang telah melawan Panembahan Sekar Jagat atau utusannya secara terbuka. Bramantilah yang akan mendapat perhatian khusus dari Panembahan Sekar Jagat itu. Ia harus bersembunyi. I...
Read More
Tanah Warisan 5
Ki Tambi menarik nafas dalam-dalam. Tanpa sesadarnya ia meraba kantong ikat pinggang kulitnya. Diambilnya sebuah lencana bergambar sebuah candi. Lencana Panggiring yang mengerikan di pesisir Utara. Tetapi beberapa saat yang lampau. Ternyata Panggiring sudah lenyap dari dunia...
Read More
Tanah Warisan 4
Keputusan itu telah memantapkan sikap Ki Tambi, sehingga kini ia tidak lagi menjadi gelisah. Ia berdiri dengan kaki tegak di halaman beberapa langkah dari Ki Demang.
Dalam pada itu beberapa anak-anak muda telah berkeliaran di halaman mencari Bramanti dan mengawasi setiap ...
Read More
Tanah Warisan 3
“Orang itu agaknya sedang menunggu air yang mengaliri sawah disebelah pategalan itu. Kalau ia tahu, bahwa kita yang lewat ini adalah hamba-hamba terpercaya dari Panembahan Sekar Jagat, maka orang itu pasti akan lari terbirit-birit.”
Wanda Geni mengangguk-anggukkan kepalan...
Read More
Tanah Warisan 2
“O,” tiba-tiba saja Bramanti berdesir. Namun ia berusaha untuk melenyapkan segala macam kesan di wajahnya. Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ia menjawab, “Ya, aku memang sudah menenalnya. Bukankah Ratri balak isteri Temunggul itu yang kau maksud?”
“He?” Panjang mengeru...
Read More
Tanah Warisan 1
AWAN yang kelabu mengalir dihanyutkan oleh angin yang kencang ke Utara. Segumpal bayangan yang kabur melintas di atas sebuah halaman rumah yang besar. Kemudian kembali sinar matahari memancar seolah-olah menghanguskan tanaman yang liar di atas halaman yang luas itu.
Seorang...
Read More












