Kembang Kecubung 17
˜Kangjeng Adipati sendiri yang telah membunuh ayahanda?!
˜Nanti dulu Jalawaja! potong Ki Ajar Anggara ˜Jangan tergesa-gesa mengambil kesimpulan, kita belum dapat menuduh siapa-siapa dalam pembunuhan ini!
˜Tetapi keris yang ada di dada ayahanda adalah salah satu da...
Read More
Kembang Kecubung 16
˜Kau akan mulai lagi dengan celotehmu?!
˜Tidak, aku hanya menanggapi kata-kata kakang, bukankah tidak baru kali ini kakang harus melakukan tugas meskipun kakang sangat letih?. Tetapi sikap kakang tidak pernah membuat aku tertekan seperti pada saat-saat terakhir ini!
...
Read More
Kembang Kecubung 15
Demikian Kangjeng Adipati memasuki regol halaman rumah Raden Reksayuda, maka orang-orang yang berkerumun di halaman itupun meyibak, demikian pula mereka yang berada di pendapa dan ruang dalam. Kangjeng Adipati masuk ke ruang dalam, maka Kangjeng Adipatipun tertegun, Raden Ay...
Read More
Kembang Kecubung 14
Raden Reksayuda itupun menarik nafas panjang, bersama Raden Ayu keduanya melangkah ketangga pendapa.
˜Selamat datang kembali di rumah Raden Tumenggung! berkata seorang diantara kedua orang utusan Kangjeng Adipati yang menyambut kedatangan Raden Tumenggung itu.
˜Te...
Read More
Kembang Kecubung 13
˜Baiklah, biarlah kami membantu kakang Tumenggung berdua untuk ikut mempersiapkan segala sesuatunya, aku berharap bahwa kakang Tumenggung berdua serta kedua orang pengawal itu bermalam di Pucang Kembar malam ini, besok pagi-pagi kakang Tumenggung berdua dapat berangkat menu...
Read More
Kembang Kecubung 12
Ketika hujan benar-benar turun, Ki Jayataruna telah memasuki regol halaman rumah Raden Ayu Reksayuda. Namun meskipun demikian, Ki Jayataruna tidak dapat meninggalkan unggah-ungguh. Dengan tangkasnya Ki Jayataruna meloncat turun dari kudanya, kemudian berlari sambil menuntun...
Read More