Bila Pedang Berbunga Dendam 28
Selekas berada dalam perahu, Pui Tiok lalu hendak memutus tali pengikat dan perahu segera dibawa hanyut arus bengawan.
Tetapi pada saat Pui Tiok hendak ayunkan tangan menghantam tiba2 terdengar suara orang tertawa gelak2, “Pui piauthau,” pun serentak terdengar suara orang memanggilnya.
Sudah tentu kejut Pui Tiok bukan alang kepalang. Dia segera mengangkat muka memandang, dia segera meringis [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 27
JILID 13
Pada saat itu barulah sekalian orang dapat mengetahui apa yang telah terjadi. Ternyata yang berguguran jatuh dari udara itu adalah enam helai sol sepatu.
Dengan begitu jelas sudah bahwa taburan sinar golok Lim Po Seng tadi telah mengupas
sepatu dari ketiga orang itu.
Hal itu menandakan kalau Lim Po Seng masih berlaku murah hati. Kalau [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 26
Karena Pui Tiok diam, Beng Cu pun tak punya daya apa2 lagi. Dia tertawa rawan, “Pui toako, kurasa . . . . kurasa kita . . . lebih baik pulang ke Peh-hoa nia saja.”
Pui Tiok gelengkan kepala, “Tidak. Kalau kita tidak berjuang keras, kalau kita tak mau tampil, dunia tentu takkan ada orang tahu kalau [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 25
JILID 12
Coh Hen Hong mempunyai kesan baik terhadap Si tinggi kurus baju Hitam. Oleh karena itu dia tak merasa muak mendengar tawanya yang sinis itu.
lapun tertawa ringan. Dengan gerak laksana daun kering gugur, dia terus melayang turun dari dahan dan dengan tanpa mengeluarkan suara sama sekali. dia sudah tegak di tanah.
Tring,……….
Ia benturkan kedua [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 24
Sejak turun ke gelanggang persilatan dan mengangkat nama, belum pernah Ho Tik dipandang hina begitu rupa. Sekarang dia sudah berumur 60 tahun, pengalaman cukup nama tinggi. Lalu tiba2 muncul suatu peristiwa seperti saat itu. Maka dapat dibayangkan betapa kemarahannya saat itu. Baru Cob Hen Hong selesai berkata, Ho Tik terus bergerak menerjang.
Melihat itu Coh Hen [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 23
JILID 11
Gerakan Coh Hen Hong luar Biasa cepatnya. Orang yang dapat melihat gerakan itu hanya sedikit sekali.
Coh Hen Hong gunakan tenaga dalam Im ji-kang. Begitu menjamah pada ubun2 kepala tak mengeluarkan suara sama sekali.
Kwik Hun Seng mendesuh tertahan. Tiba2 tubuhnya mundur beberapa langkah. Setiap langkah tubuhnya berguncang-guncang. Setelah mundur tiga langkah terus [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 22
“Engkong, waktu aku memberi perintah, apa kah cukup berwibawa?” tanya Coh Hen Hong.
Ceng-te tersenyum, “Cukup berwibawa!”
Tetapi setelah mengatakan begitu, Ceng-te menekan suaranya, “Tetapi Beng Cu, orangku adalah jago2 kelas satu dalam dunia persilatan. Kalau engkau menghendaki mereka betul2 tunduk kepadamu, engkau harus menyiksa diri untuk belajar silat yang lebih sakti itu agar lebih unggul dari [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 21
JILID 10
Di hadapan segenap jago2 sakti dari istana Ceng tek kiong, dengan berani coh Hen Hong menanyakan siapakah sasterawan yang di sebut Cukat sianseng oleh Cengte itu.
“Dia bernama Cukat Lik, jago andalan dari Ceng te_kiong, merupakan orang kepercayaanku Sebenarnya dia adalah salah seorang dari Tiang pek sam lo (tiga sesepuh gunung Tiang pek [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 20
“Apakah itu engkong?” tanya Coh Hen Hong. Dengan wajah cerah, Ceng-te menjawab “Dari tujuh macam tay leng tan (obat sakti) buatan perguruan agama Buddha, aku memiliki enam macam. Pil lh kian tan buatan perguruan Siau Lim si yang kabarnya di dunia hanya tinggal sisa satu setengah butir, fihak vihara Siau Lim sendiri, hanya memiliki yang [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 19
JILID 9
Sejak tinggal di Istana Ceng-te Kiong, Coh hen Hong seperti masuk ke nirwana. Kehidupan yang dinikmati, benar2 selama ii belum pernah dibayangkan.
Seperti langit dengan bumi bedanya ketika Ia teringat beberapa hari yang lalu ketika menempuh perjalanan dengan Dewi Tongkat sakti. Selama beberapa hari Itu dia hidup seperti pengemis saja. Tetapi sekarang, dia [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 18
Karena takutnya wajah Coh Hen Hong berobah pucat dan tubuhnya gemetar keras. Mulut nya tetap mengoceh ‘aku. . . aku. . .‘ saja.
Pada saat itu Dewi Tongkat-sakti pelan2 maju selangkah dan julurkan tangan ke leher Coh Hen hong seraya membentaknya, “Setan kecil, ternyata engkau menipu aku. Aku hendak suruh engkau menikmati sesuatu yang bagus!”
Sambil tangan [...]
Bila Pedang Berbunga Dendam 17
JILID 8
Ketiga pendekar dari jwanse tak puas akan tindakan istana Ceng-te kiong yang dianggap terlalu sewenang-wenang, sekehendaknya sendiri memerintah pada orang. Kalau orang tidak mau melaksanakan atau gagal memenuhi seluruh permintaannya, juga dibunuh. Orang harus melakukan perintahnya dengan sempurna, kurang sedikit saja tak boleh.
Adalah karena mengandalkan ilmu kepandaiannya yang sakti maka pemilik Ceng-te-kiong [...]